Koordinator Pemenangan Pilkada Wilayah Kalimantan Syamsul Muarif mengeluarkan pernyataan tak sering dengan DPD I Golkar Kaltim terkait palaksanaan Konvensi Golkar untuk menentukan calon gubernur dari Golkar pada Pilgub Kaltim 2008. Menurutnya, jadwal pelaksanaan Konvensi tanggal 15 November yang disebutkan DPD tidak tercatat di DPP. "Nggak ada itu tanggal 15 November di DPP.
Saya tidak tahu ada tanggal itu. yang menentukan jadwal Konvensi adalah DPP, " katanya. Ia juga menjelaskan, DPP belum menjadwalkan pelaksanaan Konvensi , karena survei calon belum dilakukan. Sedangkan mengenai jadwal konvensi tanggal 15 November itu menurutnya hanyalah usulan dari DPD dan secara administratif belum tercatat di DPP.
"Nanti hasil survei akan dibawa rapat ke DPP. Makanya saya katakan itukan masalah internal partai. DPP akan memberikan rekomendasinya dari hasil survei, " katanya.
Hasil survei dari DPP yang sedianya akan dijadikan rekomendasi untuk peserta Konvensi nanti, kata Syamsul, akan diserahkan sebelum Konvensi berlangsung. "Hasil survei akan diserahkan pada saat Rapimda nanti. Tetapi survei itu tidak boleh diberitahu. Karena rekomendasi survei itu DPP yang menetapkan. Jadi dari DPD II tidak ada," ucap Syamsul, yang enggan membocorkan nama- nama kandidat masuk dalam survei.
Sementara itu, Mukmin Faisal, Ketua DPD II Golkar Balikpapan yang juga juru bicara 12 DPD II Golkar Kaltim (Kaukus 12), mengaskan bahwa Ketua DPD I Gokkar Kaltim Syaukani HR tetap optimistis bisa ikut Konvensi Golkar untuk menentukan calon gubernur yang digelar pada 15 November.
"Beliau tetap optimis untuk bisa ikut Konvensi 15 November nanti," ucap Mukmin yang mengaku melakukan pertemuan khusus dengan Syaukani di tahanan Polda Metro Jaya, Rabu (3/10). Pertemuan itu dilakukan pada pagi hari tanpa diikuti oleh anggota Golkar lainnya. Sedangkan Plt Ketua DPD I Golkar Soehartono Soetjipto dan Sekretarisnya Philipus Gaing bertemu dengan Syaukani pada malam harinya.
Optimisme itu muncul seiring dengan dikabulkannya permohonan pihak Syaukani kepada Penghadilan Tipikor yang meminta agar sidang dugaan korupsinya dilakukan dua kali seminggu. Dengan demikian, sidang bisa selesai pada Oktober, sebelum Konvesi digelar.
"Persidangan tinggal 4 kali lagi dan akan digelar setelah Lebaran. Jadi diperkirakan selesai pada akhir Oktober. Dengan begitu, pak Syaukani dapat ikut pada Konvensi Golkar nanti," ujarnya. Ia juga mengungkapkan perasaan gembiranya. Sebagai kader Golkar, kabar ini sangat menyejukkan dan sangat diharapkan.
Setelah bertemu dengan Syaukani, Mukmin kemudian bertemu dengan pengurus DPP Golkar Syamsul Muarif. Dari pertemuan itu, tercetus rencana Golkar bersama dengan Lembaga Survey Indonesia (LSI) untuk melakukan survey terhadap popularitas para kader Golkar. Terutama, mereka yang kemungkinan ikut dalam Pilgub 2008 nanti. "Setelah Lebaran nanti, kita survey kader Golkar yang potensial. Ya Syaukani, Sofyan Hasdam, Achmad Amins termasuk Awang Faroek dan kandidat lainnya," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (2/10), Syaukani dikabarkan tidak dapat mengikuti Konvensi Golkar. Pasalnya, dari perhitungan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sidang baru berakhir pada 17 Desember 2007. Pada umumnya, sidang KPK menghabiskan waktu 90 hari kerja tanpa menghitung hari Sabtu dan Minggu. Dengan begitu, sidang yang dimulai pada 6 Agustus diperkirakan berakhir pada 17 Desember 2007.
Dihubungi terpisah, Panitera Pengadilan Majelis Hakim Syaukani, Hadi Sukma, mengatakan bahwa permintaan Syaukani untuk menggelar sidang hingga 2 kali seminggu sudah lama dilakukan, bahkan sebelum persidangan. "Permintaan ini sudah dilakukan kemarin. Dari penuturan seorang anggota hakim sidang ini sendiri, sidang 2 kali seminggu akan dicoba setelah Lebaran," kata Hadi. (bud/m18/bdu)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment